Designing Listening Practice by Using “Stickies” by Majid Wajdi App Store" (can be accessed by using our Mac computer or laptop) provides various kinds of application. These applications can be freely downloaded or we can find them for charged ones. It means we can download by buying it or them. One of the applications we are going to discuss and demonstrate is what popularly called “Stickies”. “Stickies” is a Mac computer or laptop application used to make a quick note or some notes. “Stickies” is usually used to make a note, but we are going to discuss and demonstrate is another use of “stickies” for our teaching and learning processes. By using “stickies”, we can design listening practice in teaching and learning processes in the classroom or outside the classroom. The following statements refer to “Stickies” which I would like to discuss. 1) It can be used to make a note. 2) The note or text we are typing will atomically be correcte...
CARA BERSYUKUR EMPAT CARA BERSYUKUR Bersyukur adalah menyampaikan rasa terima kasih atas nikmat Allah yang dianugerahkan kepada kita. Nikmat Allah untuk manusia sangat banyak, tak terhitung. bersyukurlah – bukan berkeluh kesah, positif-lah – bukan negatif. Gunakan kata, frasa, kalimat positif untuk menggambarkan kondisi dan situasi Anda. Selalu gunakan kata yang memiliki nuansa positif (hindari kata yang bernada negatif). Bagaimanapun “tragis” peristiwa yang anda alami, selalu menyikapinya dengan nada positif. Penjara bagi seorang Yusuf AS adalah sekolah suci. Nabi Yusuf as lulus dengan ‘cumlaude’ dari sekolah suci yang namanya penjara. Kita tahu bahwa Nabi Yusuf as bukan seorang yang bersalah, tetapi orang yang dipersalahkan sehingga penguasa mengirimkannya ke penjara. Seorang Hamka berhasil lulus dari sekolah penjara dengan ‘disertasi’ yang berjudul “Tafsir Al Azhar”. Seorang Sukarno berh...
NELUNG DINA , MITUNG DINA, MATANG PULUH DINA, NYATUS, NYEWU DAN NGUWIS-UWISI Dalam masyarakat Jawa, ada kata bilangan tertentu yang dapat diubah menjadi verba (kata kerja). Kata kerja (verba) yang dibentuk dari kata bilangan ini berhubungan dengan upacara ritual pada masyarakat Jawa. Upcara ritual ini lazimnya dikaitkan dengan kematian seseorang. Kata bilangan tertentu itu adalah telung dina 'tiga hari' , pitung dina 'tujuh hari' , patang puluh dina 'empat puluh hari' , satus dina 'seratus hari' , dan sewu dina 'seribu hari' . Kata bilangan ini kemudian diubah menjadi verba (kata kerja) dengan cara memberikan awalan ng- [m-; ny-] sehingga berubah menjadi n elung dina 'tiga hari' , mitung dina 'tujuh hari' , matang puluh dina 'empat puluh hari' , nyatus dina 'seratus hari' , dan nyewu dina. Verba tersebut bermakna 'melakukan upacara ritual pada hari ke-3, ke-7, ke-40, ke-100, ke-100 setelah kem...
Komentar